Panen Jagung Kemitraan di Kutim Tembus 4 Ton, Bulog Serap Hasil Petani

Karsaloka.com, Kutai Timur – Hasil panen jagung dari program kemitraan perusahaan dan kelompok tani di Kutai Timur mulai diserap Bulog. Sebanyak 4.050 kilogram atau sekitar 4 ton jagung pipil hasil panen tahap pertama resmi dikirim ke Gudang Bulog Samarinda, Senin (9/3/2026).

Jagung tersebut merupakan hasil panen dari lahan seluas 4 hektare yang dikelola Kelompok Tani Long Bentuq melalui kemitraan yang difasilitasi Polsek Muara Wahau.

Pengiriman dilakukan bersama PT Triputra Agro Persada Group yang menaungi beberapa perusahaan, yakni PT Subur Abadi Wana Agung, PT Hamparan Perkasa Mandiri, PT Kutim Agro Mandiri yang bermitra dengan Polsek Muara Ancalong, serta PT Pradana Telen Agromas yang bermitra dengan Polsek Muara Wahau.

Setibanya di gudang Bulog Samarinda, jagung pipil langsung melalui proses administrasi dan teknis, mulai dari penyerahan dokumen kelompok tani, pembongkaran muatan, penimbangan, hingga pengemasan ulang menggunakan karung baru sebelum penandatanganan berita acara jual beli.

Jagung yang dikirim telah memenuhi standar Bulog dengan kadar air sekitar 10 persen dan dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program pemerintah, termasuk di bidang ketahanan pangan. Melalui kemitraan antara perusahaan dan kelompok tani yang difasilitasi jajaran Polsek, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat terserap dengan baik dan memberi manfaat ekonomi bagi petani,” ujarnya.

Menurut Fauzan, penyerapan jagung oleh Bulog ini menjadi bukti sinergi antara kepolisian, perusahaan, dan kelompok tani dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah.

“Ke depan kami berharap program seperti ini terus dikembangkan agar semakin banyak petani yang terbantu, produktivitas meningkat, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” pungkasnya.(AuliaRS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *