Sinergi Polres Kukar, PT BSSR, dan Pemdes Batuah Wujudkan Rumah Layak Huni

Karsaloka.com, Batuah – Rumah milik Rasid di RT 36, Gang H. Daud, Dusun Karya Baru, Desa Batuah, yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan kini berubah menjadi hunian layak. Perubahan itu terwujud melalui program bedah rumah hasil sinergi Polres Kutai Kartanegara, PT BSSR, dan Pemerintah Desa Batuah dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Peresmian dihadiri Camat Loa Janan, Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid, Danramil, Kapolsek Loa Janan, jajaran Manajemen PT BSSR, Ketua Ranting Bhayangkari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tamu undangan lainnya.

Camat Loa Janan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polres Kutai Kartanegara, PT BSSR, dan Pemerintah Desa Batuah dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak.

“Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas sinergi Polres Kutai Kartanegara bersama PT BSSR dalam membantu masyarakat melalui program bedah rumah. Ini membuktikan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian nyata kepada masyarakat,” ujarnya saat peresmian, Selasa (30/6/2026).

Deputy Site Manager PT BSSR, Anandya Wardhana, menegaskan perusahaan akan terus mendukung program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sinergi PT BSSR bersama Polres dan Pemerintah Desa dalam kegiatan seperti ini kami dukung sepenuhnya. Semoga ke depan semakin banyak program bedah rumah yang dapat diwujudkan, khususnya bagi masyarakat di wilayah ring 1 PT BSSR,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid menjelaskan rumah Rasid diprioritaskan karena kondisinya sangat memprihatinkan. Menurutnya, Pemerintah Desa Batuah setiap tahun menargetkan membedah tiga rumah tidak layak huni, namun pelaksanaannya dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran.

“Ketika kami melihat langsung kondisi rumah Pak Rasid yang sangat memprihatinkan, kami merasa rumah ini memang layak menjadi prioritas. Setiap tahun Pemerintah Desa Batuah menargetkan membedah tiga rumah tidak layak huni. Namun dengan luas wilayah desa dan banyaknya jumlah RT, tentu tidak mungkin seluruh kebutuhan dapat diselesaikan dalam satu atau dua tahun,” tutur Abdul Rasyid.

Ia mengatakan usulan tersebut juga telah dibahas bersama Kapolsek Loa Janan karena Rasid dinilai memenuhi kriteria penerima bantuan.

“Beliau bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga bantuan ini menjadi harapan besar bagi keluarganya,” lanjutnya.

Program bedah rumah tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menghadirkan manfaat langsung di momentum Hari Bhayangkara ke-80.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *