Aksi Mimbar Bebas di Balikpapan Ricuh, Mahasiswa Mengaku Dipiting Aparat

Karsaloka.com, Balikpapan – Kericuhan mewarnai aksi Mimbar Bebas yang digelar Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) di kawasan Tugu Jam Manuntung, Balikpapan, Senin (1/6/2026). Seorang mahasiswa mengaku mengalami tindakan represif saat aparat berupaya menghentikan pembakaran ban yang dilakukan massa aksi.

Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Roihan Maulana Melta, mengaku menjadi salah satu peserta aksi yang diamankan ketika mempertahankan ban yang hendak digunakan sebagai simbol perlawanan dalam demonstrasi tersebut.

“Awalnya kami dari mahasiswa mau membakar ban sebagai bentuk semangat aksi. Tetapi kemudian dilarang oleh aparat kepolisian. Saat mereka mau mengambil paksa ban itu, kami berusaha menghalangi,” ujar Roihan.

Menurutnya, saat berada di barisan depan dan mencoba menghalangi pengambilan ban, ia tiba-tiba ditarik oleh dua orang dari belakang.

“Begitu saya mau menghalangi, langsung dua orang dari belakang menarik saya. Setelah ditarik, saya dipiting dari belakang. Saya sampai agak kesulitan bernapas,” katanya.

Roihan mengaku kemudian dibawa menjauh dari titik aksi hingga ke trotoar. Dalam proses itu, ia merasa sempat diseret oleh aparat.

“Saya ditarik hingga ke trotoar dan sempat mengalami penyeretan. Saya tidak mengetahui secara pasti apakah almamater yang saya kenakan mengalami kerusakan saat proses penarikan atau ketika diseret. Namun, saya juga merasakan adanya injakan kaki di tengah insiden tersebut,” ungkapnya.

Ia juga menyebut cekikan dari belakang masih berlangsung saat dirinya dibawa menjauh dari kerumunan.

“Waktu diseret saya masih dicekik dari belakang, jadi memang agak susah bernapas,” lanjut Roihan.

Menurutnya, sejumlah mahasiswa yang melihat kejadian tersebut segera memberikan bantuan dan berusaha melerai situasi.

“Syukurnya teman-teman mahasiswa langsung datang membantu. Ada yang melihat, ada yang menolong, ada juga yang merekam video. Sebelum sempat terjadi hal lain, teman-teman sudah datang mengelilingi saya,” ujarnya.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, ketegangan terjadi ketika aparat berupaya mengendalikan massa yang hendak membakar ban. Aksi saling dorong antara peserta aksi dan petugas pun tak terhindarkan sebelum seorang mahasiswa diamankan dari kerumunan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi kejadian maupun dugaan pemitingan dan penyeretan yang disampaikan Roihan. Keterangan dalam berita ini merupakan penuturan salah satu peserta aksi yang berada di lokasi kejadian.(AuliaRS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *