
Karsaloka.com, Kutai Kartanegara – Kutai Kartanegara dinilai memiliki peluang besar menjadi daerah percontohan penerapan sistem pangan cerdas. Potensi sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur harus dibarengi dengan upaya mengurangi kehilangan hasil panen (food loss) dan pemborosan pangan (food waste) agar ketahanan pangan semakin kuat.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat membuka Workshop Sistem Pangan Cerdas bertema Solusi Mengatasi Food Loss dan Food Waste di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Kamis (26/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan BRIN dan Program Studi Agribisnis Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).
“Indonesia masih menghadapi kehilangan dan pemborosan pangan di berbagai tahapan rantai pasok. Di sisi lain, masih ada masyarakat yang belum memperoleh akses pangan bergizi secara memadai. Karena itu, peningkatan produksi harus diiringi pengelolaan yang lebih efisien agar hasil pangan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Hetifah via zoom.
Menurutnya, Kutai Kartanegara memiliki potensi besar karena didukung sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus berperan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pengelolaan pangan yang lebih efektif sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Mengacu pada data komposisi sampah di Kalimantan Timur periode Januari–Desember 2025, Kutai Kartanegara mencatat proporsi sisa makanan sebesar 34,58 persen, terendah dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur. Meski demikian, sisa makanan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah rumah tangga.
Menutup kegiatan, Hetifah mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan.
“Transformasi ini harus dimulai dari mengurangi sampah sejak sumbernya, menerapkan ekonomi sirkular, memanfaatkan teknologi dan inovasi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan begitu, ketahanan pangan dapat terwujud sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” pungkasnya.(AuliaRS)