Media Siber Jadi “Ruang Belajar Kedua”, JMSI Dorong Konten Edukatif di Hardiknas 2026

Karsaloka.com, Jakarta – Peran media siber kian krusial dalam dunia pendidikan, bahkan disebut sebagai “ruang belajar kedua” di tengah pesatnya transformasi digital.

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, menegaskan bahwa pendidikan kini tidak lagi terbatas di ruang kelas, melainkan juga hadir melalui berbagai platform digital yang menjangkau jutaan pelajar di seluruh Indonesia.

“Pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas. Hari ini dapat dikatakan media siber adalah ruang belajar kedua yang menjangkau jutaan anak bangsa,” ujar Teguh dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, derasnya arus informasi melalui portal berita dan kanal digital membuka peluang pemerataan akses pengetahuan, sekaligus menjadi solusi atas ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah.

“Media siber punya tanggung jawab besar. Tidak hanya menyebarkan berita, tapi juga mengkurasi konten yang mendidik, mencerdaskan, dan membangun karakter,” kata mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno itu.

Ia menekankan pentingnya jurnalisme yang berpihak pada literasi sebagai kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Apalagi, perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi dinilai akan mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan.

“Kalau kita tidak menyiapkan SDM yang adaptif, melek teknologi, dan punya nalar kritis, kita akan jadi penonton di negeri sendiri. Di sinilah media siber harus hadir sebagai katalis,” tegasnya.

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, JMSI juga mendorong media untuk memperbanyak konten edukatif yang relevan bagi siswa, guru, dan orang tua. Mulai dari ulasan kurikulum hingga praktik baik pembelajaran dan literasi digital.

“Jangan sampai media siber hanya ramai dengan sensasi. Kita perlu lebih banyak narasi yang mengangkat guru-guru inspiratif, inovasi sekolah, dan prestasi pelajar di daerah,” ucap Teguh.

Ia turut mengajak kolaborasi antara media, pemerintah, sekolah, kampus, dan komunitas belajar guna memperkuat ruang diskusi publik yang konstruktif.

“Hardiknas 2026 harus jadi momentum untuk merumuskan kembali peran pers dalam pendidikan. Media siber bukan sekadar penyampai informasi, tapi mitra pembangunan manusia Indonesia,” masih kata Teguh.

Teguh menutup dengan mengingatkan bahwa kualitas SDM menjadi kunci utama menghadapi persaingan global. Ia berharap Hardiknas tahun ini menjadi pengingat bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab bersama, termasuk insan media siber.(AuliaRS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *