

Karsaloka.com, KUKAR – Status bebas kasus aktif Covid-19 di Kukar bukan berarti masyarakat boleh lengah.
Pemerintah setempat mengingatkan bahwa virus corona kini masuk kategori endemi, artinya tetap hidup berdampingan dengan risiko penularan sewaktu-waktu.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menegaskan bahwa masyarakat harus tetap menjaga kebersihan dan protokol dasar kesehatan. Terutama menjelang kepulangan jemaah haji, kesiapsiagaan di lapangan makin diperkuat.
“Kita tidak perlu panik, tapi jangan juga lengah. Ini sudah kami arahkan ke semua puskesmas di Kukar,” ujarnya. Sabtu (17/5/2025).
Dinkes juga sudah menyusun prosedur pengawasan, mulai dari koordinasi dengan balai karantina hingga tindak lanjut bila ditemukan gejala pada jemaah haji.
“Pemeriksaan dilakukan oleh balai karantina, dan kami siap menindaklanjuti jika ada yang perlu isolasi atau pengobatan,” tambah Kusnandar.
Meskipun nihil kasus, bukan berarti Covid-19 lenyap sepenuhnya. Masyarakat tetap diminta peka terhadap gejala, seperti batuk dan sesak napas. Deteksi dini melalui pemeriksaan ke puskesmas menjadi langkah utama.
“Kalau merasa batuk atau demam, lebih baik langsung periksa. Isolasi mandiri tetap kami anjurkan jika diperlukan,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu, sempat beredar informasi soal varian baru. Namun hasil koordinasi dengan provinsi menunjukkan tidak ada potensi peningkatan signifikan.
“Kondisi masih terkendali dan aman,” katanya lagi.
Dinkes juga mengingatkan pentingnya edukasi berkelanjutan, terutama di lingkungan sekolah dan fasilitas umum.
“Kami tetap lakukan edukasi. Virusnya masih ada, kita harus tetap waspada,” tutup Kusnandar.(AdvDiskominfoKukar/Farid)