BBPOM Samarinda Dampingi Rumah Cokelat Lung Anai Tembus Pasar Lebih Luas

Karsaloka.com, Kutai Kartanegara – Kunjungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda ke Rumah Cokelat Lung Anai, Kamis (7/5/2026), membuka peluang pengembangan produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Rumah Cokelat Lung Anai merupakan unit produksi berbasis desa yang dikelola melalui BUMDes Bawaq Na. Usaha ini tumbuh dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi PT MHU, dan kini terus didorong untuk naik kelas, termasuk dari sisi legalitas dan standar produk.

Kepala Balai Besar POM di Samarinda, Agung Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan sejak 2024 bersama sejumlah pemangku kepentingan.

“Proses pengembangan usaha sudah berjalan. Tinggal beberapa hal yang perlu dipenuhi, terutama terkait registrasi izin edar agar produk bisa dipasarkan lebih luas,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan tidak hanya pada perizinan, tetapi juga inovasi produk dan penyesuaian kemasan sesuai kebutuhan pasar. Perubahan tersebut, lanjutnya, harus tetap mengacu pada standar mutu dan keamanan pangan.

Agung memastikan, produk Rumah Cokelat Lung Anai saat ini telah mengantongi izin edar, sehingga aspek keamanan pangan sudah terpenuhi. Namun, konsistensi mutu menjadi kunci utama ke depan.

“Yang penting dijaga adalah konsistensi standar keamanan pangan. Selain itu, penerapan CPPOB harus terus diperhatikan agar produk tetap aman dan layak edar,” katanya.

Ia menambahkan, setiap inovasi atau perubahan bahan baku juga harus melalui penyesuaian standar agar tidak mengganggu kualitas produk.

Sementara itu, Kepala Desa Lung Anai, Lukas Nay, menyambut baik kunjungan BPOM. Ia menilai kehadiran lembaga tersebut memberi dampak nyata bagi pengembangan usaha desa.

“Kunjungan BPOM sangat berarti bagi kami. Mereka siap bersinergi dan membantu, terutama dalam proses perizinan, baik izin edar maupun izin produksi,” ucapnya.

Kunjungan ini turut melibatkan mahasiswa dan pihak Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), sebagai bagian dari kolaborasi penguatan usaha berbasis desa.(AuliaRS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *