Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi, Nutuk Beham Tak Boleh Sekadar Jadi Cerita

Karsaloka.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya menjaga adat dan budaya lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Tradisi seperti Nutuk Baham dinilai harus terus dilestarikan, bukan sekadar dikenang sebagai cerita masa lalu.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi masyarakat yang menjadi pemilik tradisi tersebut.

“Kalau kita tidak melestarikan adat dan budaya kita, generasi berikutnya hanya akan tahu dari cerita saja,” tegasnya, saat pembukaan Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham, Kamis (23/4/2026).

Ia menilai kegiatan seperti Nutuk Baham memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah. Menurutnya, tanpa upaya nyata, tradisi yang selama ini hidup di tengah masyarakat bisa perlahan hilang.

Karena itu, pemerintah daerah memastikan akan terus mendorong dan mendukung kegiatan adat dan budaya di Kukar agar tetap berjalan dan berkembang.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan adat istiadat dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut. Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” katanya.

Menurutnya, kekayaan adat dan budaya Kukar merupakan warisan berharga yang harus dirawat bersama agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.(AuliaRS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *